Berbagi pengalaman, pengetahuan maupun hal-hal unik dalam hidup adalah salah satu hal sederhana yang mungkin saja mendatangkan manfaat bagi orang lain

Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Friday, February 08, 2013

Cycle in our life

Assalamualaikum wr.wb. apa kabar semua. Salam sejahtera untuk kita, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang hidup tepatnya life cycle. Hidup adalah sebuah rangkaian huruf yang tak asing lagi bagi setiap penghuni dunia. Manusia dan kehidupan adalah objek yang menarik untuk dibahas karena didalam ada singkronisasi, sinergitas dan tentunya terdapat hubungan kausalitas. Namun hal yang menjadi topik menarik adalah hidup itu penuh dengan fenomena, penuh dengan tantangan, penuh dengan krikil tajam dengan sejuta makna yang membutuhkan pemikiran kritis untuk memecahkannya. Tak sedikit pelakon-pelakon kehidupan yang tereliminasi karena kurangnya security system di dalam dirinya. Tak mudah untuk dianalisis dan ditarik sebuah kesimpulan yang logis sebab dalam semestanya banyak variabel kehidupan yang saling terkoneksasi dan menjadi penentu ataupun indikator ketercapaian sebuah tujuan hidup.
          Berbicara masalah tujuan hidup adalah hal mutlak bagi setiap manusia. Tak seorang pun yang lahir di dunia ini tanpa sebuah tujuan. Namun,kebanyakan manusia yang masih bingung akan tujuan hidup mereka. Kebanyakan mereka hidup dengan menerima apa saja yang datang kepada mereka tanpa adanya rekontruksi nyata dari buah pikiran mereka. Mereka pada umumnya beranggapan bahwa hidup itu seperti air mengalir, ikut arus. Padahal ketika kita menyamakan hidup dengan air mengalir terdapat sebuat pertanyaan klasic yang kemudian menjadi perhatian besar. Orang awam kemudian mempertanyakan "bagaimana sekiranya airnya keruh????" Maka jawaban spontan dari mereka adalah "biar keruh tak apa". Fenomena ini menjelaskan bahwa hidup tak sederhana, melainkan sebuah rangkaian peristiwa (event) yang akan menyebabkan masalah (problem) kemudian memancing timbul pertanyaan (question) yang kemudian akan menstimulasi diri untuk menemukan solusi (solution)
           Secara garis besar kehidupan melalui siklus event-problem-question-solution . Sekarang saya akan mencoba membahas satu persatu/step by step in our cycle life. The first, Event (peristiwa) merupakan rangkai kejadian dalam kehidupan baik yang terstruktur maupun tidak. Setiap manusia adalah setiap kejadian. Awal mula manusia adalah sebuah kejadian/peristiwa. Peristiwa adalah hal fundamental yang menjadi pemicu munculnya masalah (problem). Nah, problem atau masalah adalah sebuah kejadian/peristiwa yang kontradisksi dengan ekspansi yang ditimbulkan oleh pemikiran atau dapat diartikan masalah adalah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Jika dalam proses kejadian atau peristiwa diasumsikan sebuah permainan "Counter Strike" maka proses perjuangan anda melawan musuh adalah peristiwa dan ketika anda tertembah maka itu adalah masalah. Pada hakikatnya manusia takut akan yang namanya masalah, hanya sebagian kecil orang yang suka akan masalah. Lucu juga sih! ada orang yang suka masalah, yang pastinya bukan cari masalah. Fenomena ini kembali menarik perhatian kita bahwa sebenarnya orang yang suka masalah adalah mereka yang betul-betul punya mind set untuk sebuah kemajuan besar karena masalah yang akan menstimulasi otak untuk berfikir dan menuangkan pertanyaan (question) dari hasil analisis kerja otak. Question (pertanyaan) secara lues dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengganjal atau  sesuatu yang mengandung variabel yang belum diketahui. Anggapan dasar bahwa masalah andalah kontradiksi kenyataan dan harapan inilah yang kemudian melahirkan pertanyaan dimana pertanyaan disini sebagai dasar untuk menemukan solusi. Dalam pemecahan masalah tentunya dengan pendekatan-pendekatan tertentu yang dapat menguatkan sebuah jawaban/solusi dari pertanyaan. Pendekatan-pendekatan disini akan diperoleh dari proses pemaknaan kehidupan seseorang ataupun ekperiences in our cycle life.
           Sahabat pembaca ! Solusi hidup dari sebuah masalah yang memunculkan pertanyaan adalah pencapaian terkhir dari sebuah life cycle. Solusi yang ada dapat dikembangkan menjadi sebuah karya ilmiah. Dengan demikian kalau kita tinjau lebih jauh dapat kita simpulkan pula bahwa hidup adalan penelitian/eksperimen. Selamat mengarungi life cylce dengan arif dan bijak.

Semoga ada manfaatnya. Tulisan ini hanya buah fikiran yang tentunya hanyalah sebuah goresan dalam upaya proses belajar. Jika ada tanggapan silahkan isi di kotak komentar atau bisa juga melalui email saya : muhammadnursabar@gmail.com 
Share:

Friday, November 23, 2012

Merenungi Jalan Kehidupan

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Masa depan yang cerah berdasar pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Ingat !!!! Waktu kamu lahir, kamu menangis tetapi orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu dengan semangat dan makanailah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis kehilanganmu.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup
cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi
manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.

Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi tapi sambutlah dia karena jangan sampai dia pembawa kebaikan dalam hidupmu

Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. -Pepatah Arab

Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya,
tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
Jika pelangi adalah lambang kebahagiaan hidup maka untuk menghadirkan pelangi butuh petir dan air hujan. 
Maknailah setiap peristiwa dalam hidup anda karena kunci dari kehidupan adalah belajar

Jangan melihat siapa anda saat ini tapi pikirkan kedepannya anda siapa?????

"Ayo.....temukan makna dalam hidup...........!!!"

Share:

Friday, November 09, 2012

Kepergiannya !!!!!

Asslamualaikum wr.wb....
Teman-teman, saudara(i) seperjuanganku, hidup itu penuh dengan kisah yang tak kan terhenti hingga nafas ini berhenti. Kisah adalah rangkaian kejadian yang penuh dengan makna, penuh dengan pelajaran dan penuh dengan hikmah. Sepintar-pintar manusia adalah yang selalu mengambil pelajaran dalam setiap kisah hidupnya. Nah..kawan-kawan sekalian mari kita melihat sebuah kisah yang dialami sahabat PPL saya, yang mungkin dapat menjadi inspirasi tuk kita..........!!!!
November  2006
Udara pagi begitu menusuk kulitku, membuatku mendekap erat guling kesanyanganku dan bersembunyi dibalik selimut, mentari baru saja menampakkan dirinya, embun pagi masih bertengger di daunan. Sebuah suara membangunkanku.
“bangun nak, sudah pagi…. Kamu kan mau ke bontang pagi ini” ujar ibuku mencoba membangunkanku.
Kubuka mataku, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 06:00
“mmm… ” sahutku seraya mengucek-ngucek mataku dan bersungut- sungut ke kamar mandi.
Pagi ini, aku memang ingin pulang ke Bontang, tempatku sekolah. Disana aku berasrama, semacam boarding school, aku hanya sesekali pulang ke kampung orang tuaku yaitu saat idul fitri dan idul adha , dan sekarang aku pulang untuk merayakan idul fitri bersama mereka sekaligus untuk melepas rindu.
“sarapan dulu sayang,nanti kamu mabuk di jalan” ujar ibuku sambil menyendokkan nasi goreng ke piring.
“males ahhh… aku sudah rapi nihh” sahutku menimpali.
Kusambar tas pakaianku dan menggamit tangannya dan menciumnya.
“assalamualaikum”
“waalaikumsalam, hati2 nak..” ujar ibuku seraya melambaikan tangannya.
Aku tidak pergi sendiri, ada ayah yang menemaniku, anak gadis tidak boleh pergi sendiri, kata ayahku. Meski jarak dari kampungku ke Bontang tidak terbilang jauh, ayah tidak pernah membiarkanku pergi sendiri, mungkin karna aku anak satu2nya perempuan, aku merasa terkadang perhatian keluargaku terlalu berlebihan, tapi biarlah, toh itu karna mereka sayang padaku.
Aku bungsu dari empat bersaudara, ketiga kakakku semuanya laki2, meski begitu, aku tidak pernah kesepian jika bermain, kakak2ku selalu menemaniku bermain, termasuk bermain tali. Saat ini aku berumur 16 tahun, dan duduk dibangku kelas 2 SMA.
“mama kenapa ngikut? Tinggal dirumah aja..” tukasku kasar saat di perjalanan kulihat ibuku mengikutiku dari belakang.
“iya, mama Cuma mau liat kamu pergi, pergi aja, tidak usah hiraukan mama” ujar ibuku lemah
“hihh.. pulang sana..” omelku.
Lagian ada2 aja, kenapa mengikutiku seperti itu, bulan depan aku juga bakal pulang lagi. Dari kejauhan kulihat ibuku melambaikan tangan, kubalas lambaiannya, dan bergegas masuk ke mobil.
Akhir Desember 2006
Hari raya idul adha tinggal sehari, tapi aku belum memutuskan untuk pulang ke kampung, aku ingin merayakannya di Bontang saja, kebetulan ayahku punya sanak family yang tinggal di Bontang, kuputuskan ke rumahnya saja. Akhirnya aku benar2 tidak pulang. Ku ingat ibuku menelfon saat aku pulang dari shalat ied.
“kamu tidak pulang nak?” tanya ibuku
“tidak, aku mau di sini saja, di rumah ka ifah” sahutku
“jadi, kukirimkan kamu makanan nak?” tanya ibuku lagi
“terserah” jawabku malas
“ohh, kalau begitu mama kirimkan ayam goreng kesukaanmu ya…besok bapakmu ke bontang” ujar ibuku
“ya” jawabku sekenanya
Esok harinya ayahku benar2 datang, kulihat bungkusan yang dibawanya, ayam goreng yang sudah dingin, kuambil dan kusimpan dalam tasku, hari itupun aku kembali ke asrama.
“eh, ka dea, mana oleh2nya?” tanya adik yuniorku
“ada di tas, ambil saja semuanya” jawabku
Ia pun mengambilnya,
“beneran nih semuanya, ” ujarnya tak percaya
“ya” sahutku
“makasih ka, kayanya enak nih” ujarnya senang
Ia memang tetap tinggal di asrama, karena kampung halamannya yang sangat jauh, tidak memungkinkannya untuk pulang.
Januari 2007
Kulangkahkan kakiku dengan sedikit malas, entah kenapa perasaanku seperti tidak tenang hari ini, aku bersiap ke sekolah saat ku dengar temanku mamanggilku
“dea, kakakmu datang tuh…” katanya
“hah, kok bisa sepagi ini kakakku datang” ujarku heran
Tidak biasanya kakakku datang mengunjungiku sepagi ini, walau begitu aku tetap menghampirinya.
“de, siap2… kita pulang ke kampung” perintah kakakku dengan tergesa
“kenapa pulang? Aku mau sekolah” tukasku degan heran
“mama sekarat tau….” Ucap kakakku sedikit membentak
“hih, sembarangan kalau bicara” jawabku marah
“beneran, tadi bapak telepon aku, katanya mama sekarat dari tadi malam” ucap kakakku dengan mata berkaca-kaca
Entah apa yang kurasakan sekarang, tak sadar aku sudah duduk di motor kakakku, aku bingung, di dalam hati aku berharap semoga ibulu hanya sakit biasa. Ibuku memang Pernah sakit, struk, tapi sudah sembuh, bahkan dia terlihat sangat sehat saat aku meninggalkannya dulu. Aku dan kakakku memang tinggal di Bontang, aku sekolah sedang dia bekerja di sebuah perusaan.
Diperjalanan entah apa yang difikirkan kakakku, aku tahu ia juga shock, ia mengendarai motor bagai orang kesurupan, tapi aku hanya diam, dikepalaku berkecamuk berbagai pertanyaan, apa sebenarnya yang terjadi.
Saat memasuki perkampungan, tiba2 ban belakang motor kakakku tergelincir, kami terjatuh, kakiku tertindis motor, segera kakakku menghampiriku.
“kamu tidak apa2 de?” tanya kakakku khawatir
“tidak” jawabku singkat
“syukurlah…. Kakak khawatir kakimu kenapa2, maaf ya de, kakak rasanya tidak sadar” ujar kakakku penuh penyesalan
“ya” ujarku
“kamu tidak usah khawatir , mama pasti baik2 aja” ucap kakakku mencoba menenangkanku
Meskipun ia mengatakan seperti itu raut wajahnya jelas menggambarkan kalau ia pun khawatir , namun aku tetap mengangguk.
Sesampai dipekarangan rumah, keherananku bertambah, mengapa orang berkumpul di rumahku, kulihat sebagian dari mereka memahat kayu, sebagian menyiapkan air, aku segera berlari memasuki rumah, dan di depan pintu kulihat tubuh terbujur kaku tertutup kain panjang milik ibuku, badanku tiba2 melemah, aku terjatuh tak sadarkan diri.
Kubuka mataku, dan kulihat banyak orang mengelilingiku, ayah memangku kepalaku, rupanya tadi aku pingsan. Belum pulih ingatanku atas apa yang terjadi, kulihat tubuh yang terbungkus itu, aku seperti mengenal tubuh itu, kubuka kain yang menutupinya. Yaaa Allah, apakah ini kenyataan? Semoga ini hanya mimpi, tolong bangunkan aku ya Allah, aku tidak menginginkan mimpi buruk ini, mengapa ini bisa terjadi, innalillahi wainna ilaihi rajiuuuunnn…. 
Ibuku, apa benar ini engkau? Kuusap wajah ibuku yang kaku, lengannya mengeras, rupanya ibuku baru meninggal satu jam sebelum aku tiba, aku shock, 
Kepergiannya begitu menyakitkan, kuingat apa yang telah kuperbuat, kuhardik ia yang membuntutiku, kuabaikan kebaikannya, bahkan aku tidak mencicipi masakan terakhirnya, aku menyesal. Kini hanya tinggal wajah yang kaku dan pucat yang kulihat, maafkan aku ibu.
Oktober 2012
Kini genap lima tahun kepergian ibuku, dan aku begitu merindukannya. Ingin kutulis surat untuknya, aku ingin bercerita, betapa aku tidak bahagia sekarang, tiada pelukannya yang menenangkanku, tiada yang memanjakanku, penyesalan selalu di akhir, dulu aku tidak pernah bersyukur memiliki keluarga, ayah, ibu dan saudara, tapi kini aku mengerti betapa berharganya keluaga itu, dan sekarang aku bagaikan burung, sebelah sayapku patah dan yang sebelah rapuh tak berfungsi, aku tidak bisa terbang, aku hanya merangkak dan terseok-seok.

NB: pembaca,pernahkah anda memeluk ayah ibu kalian dan mengucapkan terima kasih karena sudah melahirkan kalian?  Sering2 lah mengucapkan “I love you” pada mereka, jangan Cuma tersimpan dalam hati, dulu aku tidak pernah mengucapkan kata2 itu karena tidak terbiasa, bahkan meminta maaf saja jarang, sekarang aku ingin mengucapkannya tapi ia sudah tiada.
Share:

Search This Blog

Tulisan Terbaru

3-tag:Courses-65px

BTemplates.com