Berbagi pengalaman, pengetahuan maupun hal-hal unik dalam hidup adalah salah satu hal sederhana yang mungkin saja mendatangkan manfaat bagi orang lain

Tuesday, October 16, 2012

JUDUL SKRIPSI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Assalamualaikum wr.wb.!!!!! Bagi teman-teman yang sementara lagi memerah otak demi sebuah tulisan yang kerap kita sebut skripsi. Berikut judul-judul skripsi yang mungkin bisa mendatangka inspirasi walaupun hanya 1% yang bisa jadi menjadi cikal bakal pemikiran yang kreatif. 
Mudah-mudahan membantu.....!!!


  • Pengaruh Penerapan Pembelajaran Dengan Pendekatan Pemecahan Masalah Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Umum Di Bandung     Pendidikan Matematika 
  • Efektivitas Model Konstruktivis Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Smu     Pendidikan Matematika 
  • Pembelajaran Berbasis Masalah Terstruktur Dalam Upaya Meningkatkan Kreativitas Matematik Siswa Smp     Pendidikan Matematika 
  •  Pemodelan Space Time Autoregressive Moving Average (Starma) Pendidikan Matematika 
  • Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (Suatu Penelitian Terhadap Siswa Kelas X Di Sma Negeri 6 Bandung)     Pendidikan Matematika 
  •  Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (Tgt) (Penelitian Terhadap Siswa Man 1 Bandung Kelas X Tahun Ajaran 2004-2005)     Pendidikan Matematika 
  •  Aljabar Operator Pada Mekanika Kuantum Dan Aplikasinya Pada Partikel Dalam Kisi Satu Dimensi     Matematika 
  •  Penerapan Metode Improve Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa Smp (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas Ixh Di Smpn 26 Bandung) 
  •  Efektifitas Mind Map terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MAN 1 Makassar (Fitriani Nur)
  • Efektifitas Penggunaan Maple terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kec. Bone-Bone Kab. Luwu Utara (M. Zainal Abidin)
  • Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Tredmen Interaction dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Lingkaran pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Madani Alauddin Pao-Pao (Sitti Samra)
  • Efektifitas Penerapan Metode Permainan terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 38 Bonto Perak Kec. Pangkajene Kab. Pangkep (Rosdiana)
  • Pengaruh Pendekatan Resource Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SMA Negeri 1 Lembang (Musdalipa)
  • Deskripsi Kesulitan belajar Geometri Transformasi pada Mahasiswa Angkatan 2006 Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar (Nazwar)
  • Pengaruh Math Magic Way terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri IKIP 1 Makassar (Husnul Khatimah)
  • Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Visual dalam Memahami Konsep Bangun Datar pada Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Sungguminasa
  • Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Learning dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sinjai Selatan Kec. Tellulimpoe Kab. Sinjai (Makmur)
  • Peningkatan Motivasi Belajar Matematika melalui Pendekatan Mastery Learning pada Siswa Kelas V SD Negeri Parang Tambung 1 Makassar (Ismail Lassa)
  • Pengaruh Kemampuan Verbal dan Penyesuaian Diri terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas 1 MA Madani Alauddin Pao-Pao Kab. Gowa (Awaluddin)
  • Perbandingan Penerapan Metode Hangis dengan Metode Perkalian Biasa Pada Tingkat Pengusaan Pengajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 60 Bontoparang Kec. Manggarabombang (Erni Pakkalesy)
  • Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa (Nur Asmi)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa melalui Pendekatan Metakognitif (Rahmayanti)
  • Peningkatan Prestasi Belajar Matematika melalui Penerapan Teori Belajar Humanistik Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pekkabata Kabupaten Pinrang (Abdul Hakim Junaid)
  • Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Think – Pair – Share terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII-C SMPN 3 Lembang Kec. Lembang Kab. Pinrang (Surianti)
  • Penerapan Metode Resitasi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTs. Nuhiyah Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar (Hamra)
  • Efektivitas Metode Drill terhadap Keterampilan Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Turatea Kabupaten Jeneponto (Mardiana)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) Pokok Bahasan Bilangan Bulat Siswa Kelas VII MTs. DDI – Ambo Dalle Galesong Baru Kota Makassar (Jumarni Hj.)
  • Efektivitas Metode Kumon terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Banggae Kabupaten Majene (Nurfaizah)
  • Pengaruh Pendekatan Edukatif terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SLTPN 1 Kec. Sanggar Kab. Bima (Arif Budiman)
  • Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Matriks pada Siswa Kelas XII SMA PGRI Galesong Kabupaten Takalar (Hasma)
  • Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa (Satriani)
  • Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika melalui Model Pembelajaran Matematika Terpadu pada Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Kalosi Kabupaten Enrekang (Salpia)
  • Pengaruh Pendekatan Somatis Auditori Visual dan Intelektual terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Madani Alauddin Pao-Pao (Jumarni B.)
  • Efektivitas Penerapan Pembelajaran Elaborasi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa (Indar Jaya)
  • Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Matematika melalui Intensifikasi Pembelajaran Remedial pada Siswa Kelas XI IPA 4 SMUN 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep (Daniati)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Siswa Kelas XII MA Muallimin Makassar (Mahmudin)
  • Efektivitas Penggunaan Model Perencanaan Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas XC MAN 1 Makassar (Hilfa A. Manggala)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Belajar Bermakna pada Siswa Kelas VII MTsN Ma’rang Kab. Pangkep (Nurwahida Hamid)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XA MAN 1 Makassar melalui Active Learning (Achmidsyah Yusuf) 
  • Hubungan Pemahaman Siswa Kelas IX terhadap Segitiga Kongruen dengan Kemampuan Menghitung Rentang Ruas Garis dan Besar Sudut pada SMP Negeri 25 Makassar (Eka Tri Rahmansyah)
  • Diagnosis Kesulitan Penyelesaian Soal Matematika Pokok Bahasan Transportasi pada Siswa Kelas IX MTs. Madani Alauddin Pao-Pao (Rukia)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Assorted Individualization (TAI) pada Siswa Kelas X SMU Negeri 1 Bontomarannu Kab. Gowa (M. Yunus Basyir)
  • Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX MTs. Negeri Sape Kab. Bima (Sri Mulyati)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 26 Makassar melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Berpikir Berpasangan (Fathur Rahmansyah)
  • Deskripsi Daya Serap Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Trigonometri pada Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba (Ahmad Supriyadi)
  • Efektivitas Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XII IPA MAN 2 Pare-Pare (Muhammad Sukri Rugun)
  • Komparasi Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Benda Konkret dan Gambar dalam Materi Bangun Ruang pada Siswa Kelas V SD Negeri 7 Kabupaten Sinjai (Amriani Muin)
  • Kesulitan Menyelesaikan Soal-Soal Matematika Pokok Bahasan Diagram Alir Siswa Kelas IX SMP Negeri Bontolempengan Kab. Gowa (Ahmad)
  • Pengaruh Motivasi dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Muallimin Muhammadiyah Makassar (Fadli Ramadhan)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Pembelajaran Terbalik Pokok Bahasan Teorema Phytagoras pada Siswa MTs. Muhammadiyah Malino Kab. Gowa (Sabri Marasabessy)
  • Efektivitas Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran Matematika Siswa Kelas XII IPA MAN 2 Pare-Pare (Muh. Sukri Rugun)
  • Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Matematika pada Siswa Kelas I SMP Tamalatea Makassar (Risnawati)
  • Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Metode Mengajar Kinesketik Pokok Bahasan Lingkaran Siswa Kelas VIII MTs. Muallimin Muhammadiyah Makassar (Wahyuni)
Update !!!
  1. Penerapan Metode Improve Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa SMP
  2. Pengaruh Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP
  3. Upaya Meningkatkan Kreativitas Matematik Siswa Melalui Model Pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition (AIR) (Penelitian Tindakan Kelas terhadap Siswa Kelas II SMKN 12 Bandung pada Pokok Bahasan Geometri Dimensi Dua)
  4. Aljabar Operator Pada Mekanika Kuantum Dan Aplikasinya Pada Partikel Dalam Kisi Satu Dimensi
  5. Suatu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Analogi Matematika : Studi Eksperimen Pada Madrasah Aliyah Negeri Kodya Bandar Lampung
  6. Teknik Probing Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMP
  7. Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT)
  8. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
  9. Pemodelan Space Time Autoregressive Moving Average (STARMA)
  10. Pembelajaran Berbasis Masalah Terstruktur Dalam Upaya Meningkatkan Kreativitas Matematik Siswa SMP
  11. Efektivitas Model Konstruktivis Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa SMU
  12. Pengaruh Penerapan Pembelajaran dengan Pendekatan Pemecahan Masalah terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Umum di Bandung


Share:

Sunday, October 14, 2012

JENIS-JENIS PENELITIAN PENDIDIKAN


a. Penelitian deskriptif
Klasifikasi yang pertama sering ditemui dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan ialah penelitian deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian praeksperimen. Karena dalam penelitian ini mereka melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan. Penelitian deskriptrif ini hanya berusaha menggambarkan secara jelas dan sekuensial terhadap pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelum para peneliti terjun ke lapangan dan mereka tidak menggunakan hipotesis sebagai petunjuk arah atau guide dalam penelitian.

b. Penelitian eksperimen
Penelitian ekperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen peneliti juga harus membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua grup, yaitu grup treatment atau yang memperoleh perlakuan dan grup control yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian eksperimen karene peneliti sudah melkukan kegiatan mengontrol meke hasil penelitian dapat menentukan hubungan kausal atau sebab dan akibat. Penelitian eksperimen juga diharuskan menggunakan hipotesis dan melalui pengamatan, peneliti menguji hipotesis tersebut dalam kondisi eksperimen, yaitu kondisi yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa (laboratorium), sehingga tidak ada kontaminasi diantara variabel yang diteliti. Bidang kedokteran, pertanian, psikologi dan bidang teknik adalah diantara bidang-bidang ilmu pengetahuan yang banyak menggunakan penelitian eksperimen.

c. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Pada awalnya, penelitian tindakan (action research) dikembangkan dengan tujuan untuk mencari penyelesaian terhadap problema sosial  (terma-
suk pendidikan). Penelitian tindakan diawali oleh suatu kajian terhadap suatu
masalah secara sistematis (Kemmis dan Taggart, 1988). Hasil kijian ini dija-
dikan dasar untuk menyusun suatu rencana kerja (tindakan) sebagai upaya
untuk mengatasi masalah tersebut. Kegiatan  berikutnya adalah  pelaksanaan
tindakan dilanjutkan dengan observasi dan evaluasi. Hasil observasi dan eva-
luasi digunakan sebagai masukkan melakukan refleksi atas apa yang terjadi
pada saat pelaksanaan  tindakan. Hasil refleksi kemudian dijadikan landasan
untuk menentukan perbaikan serta penyempurnaan tindakan selanjutnya.
Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi  diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua  hal pokok  dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1) untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksana-  kannya; serta (3)  untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan.
Dalam bidang pendidikan, khususnya dalam praktik pembelajaran, pene litian tindakan berkembang menjadi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau  Classroom Action Reserach  (CAR).  PTK  adalah  penelitian tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung. PTK dilakukan dengan tujuan  untuk memperbaiki atau meningkatkan  kualitas pembelajaran. PTK berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
Suharsimi (2002) menjelaskan PTK melalui gabungan definisi dari tiga kata yaitu “Penelitian” + “Tindakan“ + “Kelas”.  Makna setiap kata
tersebut adalah sebagai berikut.
Penelitian;  kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan
cara dan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang
bermanfaat dalam memecahkan suatu masalah.
Tindakan;  sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan
tujuan tertentu.  Tindakan yang dilaksanakan dalam PTK berbentuk  suatu
rangkaian siklus kegiatan.
Kelas;  sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima
pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Siswa yang belajar tidak
hanya terbatas dalam sebuah ruangan kelas saja, melainkan dapat juga ketika
siswa sedang melakukan karyawisata, praktikum di laboratorium, atau belajar tempat lain di bawah arahan guru.

d. Penelitian ex post facto

Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian ex post facto secara metodis merupakan penelitian eksperimen yang juga menguji hipotesis tetapi tidak memberikan perlakuan-perlakuan tertentu karena sesuatu sebab kurang etis untuk memberikan perlakuan atau memberikan manipulasi. Biasanya karena alasan etika manusiawi, atau gejala/peristiwa tersebut sudah terjadi dan ingin menelusuri faktor-faktor penyebabnya atau hal-hal yang mempengaruhinya.
Menurut Watson (http://ecourse.amberton.edu/grad/RGS035E1/ READ4. HTM)  penelitian ex post facto bertujuan untuk mencari penyebab perubahan perilaku dengan studi komparasi secara partisipatif tentang perilaku yang muncul pada saat sekarang dan perilaku yang tidak  muncul dari suatu kejadian setelah variable bebas terjadi. Sebagai contoh: kita akan menguji hipotesis bahwa perceraian dapat mengakibatkan penyimpangan  perilaku anak-anak. Dalam situasi ini, kita tidak dapat mengeksperimenkan suatu keluarga untuk melakukan perceraian. Perceraian dalam hal ini merupakan variable bebas yang tidak dapat dimanipulasikan. Suatu hal yang tidak mungkin dilakukan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan. Karena hal tersebut, penelitian dilakukan pada keluarga yang sedang mengalami perceraian..

e. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.
Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group.
Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.

f. Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.
Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.
Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.
Sumber :
http://malayresearchfoundation.blogspot.com/2008/08/jenis-jenis-penelitian.html
http://ecourse.amberton.edu/grad/RGS035E1/ READ4.html
http://www.bpgdisdik-jabar.net/materi/PS-1203-27.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kuantitatif
Share:

Saturday, October 13, 2012

JURNAL INTERNASIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Berikut link alamat jurnal internasional pendidikan matematika :


1. Eurasia Journal of Mathematics, Science, and Technology Education (EJMSTE) http://www.ejmste.com
2. International Electronic Journal of Mathematics Education (IEJME) http://www.iejme.com/
3. Journal of Mathematics Education (JME) http://educationforatoz.com/journalandmagazines.html
4. Journal of Mathematics Science and Mathematics Education (MSME) http://www.msme.us/
5. Mathematics Education Research Journal (MERJ) http://www.merga.net.au/node/40
6. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education (CITE) http://www.citejournal.org /archives.cfm
7. European Society for Research in Mathematics Education (ERME) http://ermeweb.free.fr/ 
8. The Mathematics Educator (TME) http://math.coe.uga.edu/TME/Issues/v18n2/v18n2.html
9. International Newsletter on the Teaching and Learning of Mathematical Proof (Terakhir 2005) http://www.lettredelapreuve.it/OldPreuve/Newsletter/05Automne/05Automne.htm
10. Selected Papers from the Annual Conference on Didactics of Mathematics, Bern, 1999 http://webdoc.gwdg.de/ebook/e/gdm/1999/ 
11. team study group 18: problem solving ICME-10, June 1, 2004 http://www.icme-organisers.dk/tsg18/#papers 
12. NEFSTEM The Northeast Florida Science, Technology, and Mathematics Center for Education Action Research Journal (contoh laporan) http://www.nefstem.org/action_research_journals.htm 
13. International Journal for Mathematics Teaching and Learning http://www.cimt.plymouth.ac.uk/journal/ 

Mudah-mudahan bermanfaat.
Terima Kasih..

GOOD LUCK friend.......!!!!
Share:

Search This Blog

Tulisan Terbaru

3-tag:Courses-65px

BTemplates.com