Berbagi pengalaman, pengetahuan maupun hal-hal unik dalam hidup adalah salah satu hal sederhana yang mungkin saja mendatangkan manfaat bagi orang lain

Thursday, May 29, 2014

Galeri Wallpaper Web/BLog

Galery Wallpaper Web/Blog ~ Dalam dunia blogging salah satu aspek yang penting adalah berkaiatan dengan latar belakang web/blog yang tentunya memberikan kesan menarik pada web/blog tersebut. Tampilan yang clasic, modern, artistik, dsb tentunya menimbulkan efek buat para pembaca/pengunjung blog sehingga visitor/pengunjung dapat lebih ditingkatkan terlepas dari isi blog itu sendiri. Berikut beberapa wallpaper web/blog yang cukup menarik buat para sahabat blogger. 











Menarik bukan!!! Mudah-mudahan postingan ini ada menfaatnya tuk kita semua.
~~~ Thanks before ~~~

Share:

Sunday, May 25, 2014

Beberapa Defenisi Tentang Matematika, Belajar, Pembelajaran, Hasil Belajar

Defenisi tentang matematika, belajar, pembelajaran dan hasil belajar merupakan aspek yang sering diperbincangkan. Banyaknya ahli yang mengemukakan aspek ini telah menjadi buah bibir dikalangan mahasiswa khususnya yang bergelut di bidang pendidikan. Terlebih lagi mahasiswa Matematika semester akhir yang dituntut untuk menyelesaikan tulisan ilmiah yakni skripsi akan selalu bergelut masalah ini. Nah, buat teman-teman yang lagi bingung mendefenisikan Matematika, Belajar, pembelajaran dan Hasil belajar ndk usah khawatir kali ini saya akan berbagi beberapa defenisi menurut ahli dari berbagai referensi yang saya baca. 

Defenisi Matematika :
Menurut james dan james matematika merupakan ilmu tentang logika yang mengenai bentuk besaran, baik susunan maupun besaran dan konsep-konsep yang berhubungan dengan jumlah yang banyak

Menurut Hudoyo (1988:3) berpendapat bahwa matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-strukturdan hubungan-hubungannya diatur secara logik sehingga matematika berkenaan dengan konsep-konsep abstrak. 


Defenisi Belajar :
Menurut Gagne (1984) belajar adalah suatu proses dimana suatu oranisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman.

Menurut Morgan (1978) adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman

Menurut B. F Skinner (1958) adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah lakuyang berlangsung secara progresif.

Menurut Thorndike (1933) belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap.

Defenisi Pembelajaran :
Menurut Saiful Sagala (2011:61) pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.

Menurut Trianto (2011:17) pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik dimana antara keduanya tenjadi komunikasi yang intens dan terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Defenisi Hasil belajar :
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku atau tanggapan yang diperoleh dari pengalaman

Hasil belajar merupakan input, pendapatan, perolehan dari sebuah upaya yang dilakukan selama melalui proses baik dari latihan maupun pengalaman.


Sumber :
Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Sabar, Muhammad Nur. 2014. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Pada Siswa Kelas VIII.2 MTs Muhammadiyah Tallo. Skripsi Tidak diterbitkan. Makassar:FKIP Unismuh Makassar

Trianto. 2011. Mendesain Model pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana

Share:

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization)

TAI (Team Assisted Individualization) adalah salah satu jenis pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) merupakan pembelajaran kooperatif yang pada pelaksanaannya siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Salah satu poin penting yang harus diperhatikan untuk membentuk kelompok yang heterogen di sini adalah kemampuan akademik siswa. Masing-masing kelompok dapat beranggotakan 4 - 5 orang siswa. Sesama anggota kelompok berbagi tanggung jawab. Pada model pembelajaran kooperatif ini, siswa biasanya belajar menggunakan LKS (lembar kerja siswa) secara berkelompok. Mereka kemudian berdiskusi untuk menemukan atau memahami konsep-konsep. Setiap anggota kelompok dapat mengerjakan satu persoalan (soal) sebagai bentuk tanggungjawab bersama. Penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization lebih menekankan pada penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berbagi hasil bagi setiap anggota kelompok.

Alasan Slavin Mengembangkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Robert Slavin mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini di Johns Hopkins University bersama Nancy Madden dengan beberapa alasan, yaitu : (1) Model ini mengkombinasikan keunggulan kooperatif dan program pengajaran individual; (2) Model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif; (3) TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual.
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini dikembangkan oleh Slavin untuk mata pelajaran matematika, khususnya untuk materi keterampilan-keterampilan berhitung (computation skills).

TAI adalah Kombinasi Pembelajaran kooperatif dengan Pembelajaran Individual

Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction) yang diprakarsai oleh Robert Slavin ini merupakan perpaduan antara pembelajaran kooperatif dan pengajaran individual. Metode ini memperhatikan perbedaan pengetahuan awal tiap siswa untuk mencapai prestasi belajar. Pembelajaran individual dipandang perlu diaplikasikan karena siswa memasuki kelas dengan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi yang berbeda-beda. Saat guru mempresentasikan materi pembelajaran, tentunya ada sebagian siswa yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat untuk mempelajari materi tersebut. Ini tentu dapat menyebabkan siswa-siswa yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat itu akan gagal mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan guru. Bagi siswa-siswa lain, mungkin sudah menguasai materi pembelajaran itu, atau mungkin karena bakat yang dimilikinya dapat mempelajari dengan sangat cepat sehingga waktu yang digunakan oleh guru untuk mengajar menjadi mubazir.
Dengan perpaduan antara pembelajaran kooperatif dan invidual dapat diperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu :

Keuntungan dari pembelajaran kooperatif dalam TAI

Pembelajaran kooperatif merupakan upaya pemberdayaan teman sejawat, meningkatkan interaksi antar siswa, serta hubungan yang saling menguntungkan antar mereka. Siswa dalam kelompok akan belajar mendengar ide atau gagasan orang lain, berdiskusi setuju atau tidak setuju, menawarkan, atau menerima kritikan yang membangun, dan siswa tidak merasa terbebani ketika ternyata pekerjaannya salah. Siswa bekerja dalam kelompok saling membantu untuk menguasai bahan ajar

Keuntungan dari pembelajaran individual dalam TAI

Pembelajaran individual mendidik siswa untuk belajar secara mandiri, tidak menerima pelajaran secara mentah dari guru. Melalui pembelajaran individual ini, siswa akan dapat mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya sendiri untuk mempelajari materi pelajaran, sehingga ia mengalami pembelajaran secara bermakna (meaningful learning) sesuai faham konstruktivisme.

Penyusunan Kelompok pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Kelompok heterogen digunakan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction) karena beberapa alasan, yaitu :
  • Kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar melalui tutor sebaya (peer tutoring) dan saling mendukung
  • Kelompok heterogen meningkatkan hubungan dan interaksi antar siswa walaupun berbeda ras, agama, etnik, dan gender
  • Kelompok heterogen memudahkan pengelolaan kelas karena pada setiap kelompok terdapat siswa yang memiliki kemampuan akademis bagus, dengan demikian secara tidak langsung guru mendapatkan asisten-asistem mengajar untuk siswa-siswa lain yang berada di dalam kelompok yang sama. Kunci model pembelajaran kooperatif yang menggunakan tipe Team Assisted Individualization adalah penerapan bimbingan antar teman.

Keuntungan/Kelebihan Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization

Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization memberi keuntungan baik pada guru, siswa kelompok atas maupun kelompok bawah yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik, yaitu:
  • Siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu yang lemah dalam kelompoknya. Dengan demikian siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya.
  • Siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami materi pelajaran.
  • Tidak ada persaingan antar siswa karena siswa saling bekerjasama untuk menyelesaikan masalah dalam mengatasi cara berpikir yang berbeda
  • Siswa tidak hanya mengharap bantuan dari guru, tetapi siswa juga termotivasi untuk belajar cepat dan akurat pada seluruh materi
  • Guru setidaknya hanya menggunakan setengah dari waktu mengajarnya sehingga akan lebih mudah dalam pemberian bantuan secara individu.

Langkah-Langkah (Tahapan) Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Model pembelajaran tipe TAI ini memiliki 8 tahapan dalam pelaksanaannya, yaitu : (1) Placement Test; (2) Teams; (3) Teaching Group; (4) Student Creative; (5) Team Study;  (6) Fact Test;(7) Team Score dan Team Recognition; dan (8) Whole-Class Unit. Berikut penjelasannya satu per satu:

Placement Test

Pada langkah ini guru memberikan tes awal (pre-test) kepada siswa. Cara ini bisa digantikan dengan mencermati rata-rata nilai harian atau nilai pada bab sebelumnya yang diperoleh siswa sehingga guru dapat mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu.

Teams

Merupakan langkah yang cukup penting dalam penerapan model pembelajaran kooperatif TAI. Pada tahap ini guru membentuk kelompok-kelompok yang bersifat heterogen yang terdiri dari 4 - 5 siswa.
Teaching Group
Guru memberikan materi secara singkat menjelang pemberian tugas kelompok.

Student Creative (

Pada langkah ketiga, guru perlu menekankan dan menciptakan persepsi bahwa keberhasilan setiap siswa (individu) ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya.

Team Study (belajar kelompok)

Pada tahapan team study siswa belajar bersama dengan mengerjakan tugas-tugas dari LKS yang diberikan dalam kelompoknya. Pada tahapan ini guru juga memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkan, dengan dibantu siswa-siswa yang memiliki kemampuan akademis bagus di dalam kelompok tersebut yang berperan sebagai peer tutoring (tutor sebaya).

Fact test (tes fakta)

Guru memberikan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa, misalnya dengan memberikan kuis, dsb..

Team Score dan Team Recognition (skor team)

Selanjutnya guru memberikan skor pada hasil kerja kelompok dan memberikan “gelar” penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas. Misalnya dengan menyebut mereka sebagai “kelompok OK”, kelompok LUAR BIASA”, dan sebagainya.

Whole-Class Units (unit-unit keseluruhan)

Langkah terakhir, guru menyajikan kembali materi oleh guru kembali di akhir bab dengan strategi pemecahan masalah untuk seluruh siswa di kelasnya.

Referensi

  • Dimyati dan Mudjiono (2002). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 
  • Gulo, W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 
  • Ibrahim, Muslimin dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 
  • Lie, Anita. (2004). Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo 
  • Nasution, S. (2003). Berbagasi Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bumi Aksara. 
  • Nur, Mohamad dan Prima Retno Wikandari (2000). Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 
  • Slavin, Robert (1995). Cooperative Learning. Massachusets: Allyn and Bacon.
  • Suyitno, Amin. (2004). Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: FMIPA UNNES.
  • Widdiharto, Rachmadi. (2006). Model-model Pembelajaran Matematika SMP. Yogyakarta: PPPG Matematika
Share:

Thursday, December 12, 2013

Al Kisah "Bertemu Kekasih"

Asslamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtra untuk kita semua....
****************************
Kali ini saya mau berbagi cerita dari artikel yang pernah saya baca buat teman-teman semua. Ceritanya tentang kekasih. Wahh..mendengar kata kekasih rasanya indah dan berwana iya gak? Sebagian besar orang baik laki-laki maupun wanita tentunya mendambakan yang namanya kekasih. Mendambakan sesosok sang pelita, sang penentram hati kala gundah, kala sepi,, pokoknya banyak dah...buat sahabat silahkan dibaca artikel berikut mudah-mudahan dapat menambah wawasan bagi taman-teman sekalian dan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Share:

Matematika

Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang  sangat memegang peranan penting dalam kehidupan. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup segala aspek yang saling berhubungan satu sama lain. Libihspesifik lag

Pengertian Matematika Menurut Ahli | Secara etimologi, pengertian matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathemata yang berarti "belajar atau hal yang dipelajari" (things that are learned). Dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Matematika adalah ilmu yang tidak jauh dari realitas kehidupan manusia. Proses pembentukan dan pengembangan ilmu matematika tersebut sejak jaman purba hingga sekarang tidak pernah berhenti. Sepanjang sejarah matematika dengan segala perkembangan dan pengalaman langsung berinteraksi dengan matematika membuat pengertian orang tentang matematika terus berkembang.
Berikut ini adalah pengertian matematika yang disampaikan oleh para ahli:
  • Pengertian Matematika Menurut Riedesel: Matematika adalah kumpulan kebenaran dan aturan, matematika bukanlah sekedar berhitung. Matematika merupakan sebuah bahasa, kegiatan pembangkitan masalah dan pemecahan masalah, kegiatan menemukan dan mempelajari pola serta hubungan.
  • Pengertian Matematika Menurut Prof. Dr. Andi Hakim Nasution: matematika adalah ilmu struktur, urutan (order), dan hubungan yang meliputi dasar-dasar perhitungan, pengukuran, dan penggambaran bentuk objek.
  • Pengertian Matematika Menurut Susilo: Matematika bukanlah bukanlah sekedar kumpulan angka, simbol, dan rumus yang tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Justru sebaliknya, matematika tumbuh dan berakar dari dunia nyata.
  • Pengertian Matematika Menurut Yansen Marpaung: Matematika adalah ilmu yang dalam perkembangannya penggunaanya menganut metode deduksi.
  • Pengertian Matematika Menurut Suwarsono: Matematika adalah ilmu yang memiliki sifat khas yaitu; objek bersifat abstrak, menggunakan lambang-lambang yang tidak banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan proses berpikir yang dibatasi oleh aturan-aturan yang ketat.
Share:

Monday, November 11, 2013

Bahasa Hati




















Saat menjelajah alam lamunanku
Harapan akan sesosok penerang selalu menjadi penantian
Penantian yang serasa seabad terus berkumandang
Menelisik keseharian duniaku

Berbagai bayangan telah mengisi imajinasiku
Namun semua hanyalah fatamorgana sesaat
Semua hanyalah penghibur sesaat yang tak punya arti
Hingga ku terbangun dari alam imajinasiku
Terlihat sesosok harapan yang mampu menyilaukan pandanganku

Oh My God
Inikah akhir dari sebuah penantianku??
Apakah ini jawaban??
Beribu bahasa bergejolak dalam fikiranku
Tak karuan hingga tak sadar, aku ini siapa?

Saat kupandang sosok sang harapan
Mata ini tak sanggup memandangnya begitu lama
Mulut ini terdiam dan terpaku
Ada hal berbeda yang kurasakan saat itu

"Your the different from the other
"Your beautifull
"Your unik and funny
"I feel be happy in my heart because of you




Share:

Thursday, November 07, 2013

Sepenggal Coretan Di Keheningan Malam

Good Night friend! How are you tonight...
Malam ini malam jumat tepatnya pukul 10.28 am lebih kutermenung dalam keheningan malam. Sepenggal bahasa dalam imajinasiku menghantarkanku melewati detik demi detik berbalut suara melodi nyamuk yang tak berperasaan mengganggu aktivitasku malam ini. Namun, fenomena ini justru membuatku berimajinasi akan secercah harapan yang senantiasa membayangi keseharianku hingga saat ini. Entah mengapa sosok itu terus dan terus menghiasi fikiranku hingga membuatku mampu berkata walau hanya sepenggal bahasa. Imajinasi yang tak mampu kubendung, harapan yang tak mampu kubendung, bayangan yang tak mampu kuhapus dalam fikiranku. Namun aku sadar tidak semua harapan itu akan terwujud sebagaimana kemauan hatiku. Oh.... My God!!! Sebuah kesukuran akan nikmat yang Engkau berikan kepada hamba takkan hamba ingkari, walaupun masih sebatas angan namun itu telah mampu mengindahkan hariku. Thanks GOD!!

 Cerita malam ini cukup tak kan kulupakan begitu saja. Malam semakin larut dalam kegelapan namun hati ini masih tetap terang menderang.....entah kenapa ???Mungkin sosok harapan itu tak kunjung menampakkan pesonanya. .........................to be continue........
Share:

Search This Blog

Tulisan Terbaru

3-tag:Courses-65px

BTemplates.com